Kamis, 22 November 2012

analisis Puisi DOA Chairil Anwar


Analisis Puisi DOA Karya Chairil Anwar
1.       Struktur batin :
a.       Tema
Tema  adalah
b.      Amanat
Amanat  adalah pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.
Puisi DOA diatas berisi amanat kepada pembaca agar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanat tersebut pembaca bisa merenung seperti dicontohkan penyair. Penyair juga mengingatkan bahwa hakikatnya hidup kita hanyalah sebuah “pengembaraan dinegeri asing” yang suatu saat akan kembali juga. Hal ini dipertegas penyair pada bait terakhir sebagai berikut :
Tuhanku,
Dipuntu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
c.       Nada dan Suasana
Nada dan suasana adalah sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui,mendikte,bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah,menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca,dengan nada sombong, menggangap bodoh dan rendah pembaca, dll
Nada yang berhubungan dengan tema Ketuhanan menggambarkan betapa dekatnya hubungan penyair dengan Tuhannya. Berhubungan dengan pembaca maka puisi Doa tersebut bernada sebuah ajakan agar pembaca menyadari bahwa hidup ini tidak bisa berpaling dari ketentuan Tuhan.
2.       Struktur Fisik :
a.       Tipografi
Tipografi adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata,tepi kanan-kiri,pengaturan barisnya,hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf capital dan diakhiri tanda titik. Hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
b.      Diksi /pilihan kata
Diksi adalah pemilihan kata- kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal maka kata- katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata- kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna,keselarasan bunyi dan urutan kata.
c.       Rima/ sajak
Rima atau irama adalah persamaan bunyi  pada puisi,baik diawal,tengah,dan akhir baris puisi.
d.      Irama
Irama adalah panjang pendek,keras lembut,tinggi rendahnya suara ketika kita membaca puisi.
e.      Pencitraan
Pencitraan adalah  gambaran angan yang bermanfaat dalam pemahaman puisi yang acuan maknanya bersifat indrawi. Citraan memungkinkan kita untuk mencitrakan atau membayangkan kata-kata. Citraan ini sangat bermanfaat dalam menghidupkan puisi.



Macam-macam puisi :
.                         Citraan penglihatan (visual imegery)
Citraan penglihatan adalah citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihatan (mata). Citraan ini paling sering digunakan oleh penyair. Citraan penglihatan mampu memberi rangsangan kepada indera penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat.
 Citraan pendengaran (auditory imagery)
Citraan pendengaran adalah citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, dentum, dan sebagainya. Citraan pendengaran berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga).

 Citraan perabaan (tactile imagery)
Citraan perabaan adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indera peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang dapat dirasakan kulit, misalnya dingin, panas, lembut, kasar, dan sebagainya.
Citraan pencecapan (gustatory)
Citraan pencecapan adalah citraan yang berhubungan dengan kesan atau gambaran yang dihasilkan oleh indera pencecap. Pembaca seolah-olah mencicipi sesuatu yang menimbulkan rasa tertentu, pahit, manis, asin, pedas, enak, nikmat, dan sebagainya.
Citraan gerak (kinaesthetic imagery)
Citraan gerak adalah gambaran tentang sesuatu yang seolah-olah dapat bergerak. Dapat juga gambaran gerak pada umumnya.
 Citraan perasaan
Puisi merupakan ungkapan perasaan penyair. Untuk mengungkapkan perasaannya tersebut, penyair memilih dan menggunakan kata-kata tertentu untuk menggambarkan dan mewakili perasaannya itu. Sehingga pembaca puisi dapat ikut hanyut dalam perasaan penyair.
Perasaan itu dapat berupa rasa sedih, gembira, haru, marah, cemas, kesepian, dan sebagainya.

f.        Majas
Majas adalah pemanfaatan kekayaan bahsa,pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek – efek tertentu,keseluruhan cirri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan,baik secara lisan maupun tertulis.


                           

1 komentar: